Sabtu, 10 November 2012

08-11-2012 Drama B.Indonesia "Symphoni Anak Jalanan" #1

Di hari sebelumnya, guru B.Indonesia Pak Sapto memberikan kami tugas untuk mempraktikkan dialog teks drama untuk hari esoknya. Drama itu berjudul "Symphoni Anak Jalanan" yaitu tentang tiga pengamen bernama   Atet, dia itu acuh banget sama dirinya sendiri, ada yang namanya Iwo, dia itu suka mimpiiii terus (bangun aja masih mimpi), dan ada juga yang namanya Kemal yang katanya sih suka mukul-mukul perut (mungkin perutnya sebahan dengan bola basket #garing) yang diamankan petugas, tapi karena bakatnya, mereka bisa berguna bagi si petugas itu sendiri. Lalu kelas kami dibagi menjadi 5 kelompok.



Beginilah ceritanya, disajikan dengan berbagai cuplikan drama masing-masing kelompok. Selamat menikmati.




BABAK SATU



DI SEPOTONG TROTOAR SEBUAH JALAN DI SEBUAH KOTA, TIGA REMAJA TANGGUNG, ATET, IWO DAN KEMAL SEDANG MENGAMEN. IWO SERING BERMIMPI, ATET SANGAT ACUH DENGAN DIRINYA DAN KEMAL SENANTIASA MENEPUK-NEPUK PERUTNYA YANG SELALU KELAPARAN. MEREKA SEDANG MENYANYIKAN SEBUAH LAGU BERIRAMA DANGDUT. 


Kelompok1. Dari kiri : Kemal, Iwo, Atet. Nyanyi Jatuh Bangun


Kelompok 2. Dari kiri : Iwo, aku lupa yang mana Atet yang mana Kemal -_-. Terus mereka juga ga nyanyi dangdut, malah nyanyi Kuburan - Lupa-Lupa Ingat.


Kelompok 3. Dari kiri : Atet, Iwo, Kemal. Sebenernya ini ga nyanyi apa-apa .-.


Kelompok 4. Dari kiri : Kemal, Atet, Iwo. 


Kelompok 5. Dari kiri : Kemal, Atet, Iwo. Joget-joget. Asiknya mereka dapet saweran


KEMAL        Dapat berapa kita hari ini ?
ATET Sebentar, aku hitung dulu. ( Menghitung uang recehan, penghasilan mereka )


IWO   Eh, kawan-kawan, tadi malam aku bermimpi kejatuhan durian !

ATETBenjol dong kepalamu. Eh, Wo, jangan mimpi- mimpi melulu deh !

IWO   Memangnya kenapa kalo aku mimpi ketiban durian ?!

KEMAL        Kita jadi kebelet pingin durian dong ! Ah, bego kamu !

IWO   Iya, mimpi dulu, nanti benerannya !!

KEMAL        Dasar tukang mimpi !

ATETSudah, sudah ! Eh, Wo, Mal, lumayan juga penghasilan kita hari ini.


IWO + KEMAL       Berapa ?!

ATET Tiga ribu dua ratus rupiah.

KEMAL        Berarti kita bisa makan sama-sama sebungkus nasi kuah sayur dong ...



TIBA-TIBA DUA ORANG PETUGAS DATANG DARI SEBUAH SISI PANGG
UNG, BERGEGAS SAMBIL MENIUP PELUITNYA.


Rebutan ngejar pengamen


Kejar-kejaran slow motion




Kelompok ini sih yang kejar-kejarannya paling aral

SETELAH KEJAR-KEJARAN, AKHIRNYA ANAK-ANAK ITU TERPERANGKAP DI SALAH SATU POJOK.  

ABDUL         Eh, eh, mau lari kemana kalian, hah ?!

BERTIGA    Maaf pak, apa salah kami ?!

NASIR   Sudah sering dikasih tahu masih bandel juga, memangnya kalian mau jadi jagoan ya ?!

IWO   Ampun pak, kami sungguh tidak mengerti.

ABDUL     Kalian dilarang  ngamen di sekitar tempat ini, tahu !!


KEMAL        Maaf pak, kami tidak tahu, pak !

NASIR       Dasar anak brekele, kamu ...

ATET Betul pak, kami bener-bener tidak tahu. Baru pertama kali ini kita bertiga ngamen disini !

ABDUL    Baru pertama-baru pertama, eh, kalian kira kita berdua buta apa ?! Sudah sering aku lihat kalian pada genjrang-genjreng di sekitar sini ...

IWO   Barangkali bukan kami, pak !

NASIR     Pokoknya aku tidak mau tahu, yang jelas malam ini kalian bertiga yang kami tangkap. Sekarang, ayo ikut ke kantor. Ayo cepat, cepat, cepat ...!!

BERTIGA  Tapi pak, bukan kami, sungguh bukan kami ...

KETIGA ANAK ITU DIGIRING OLEH PETUGAS, MEREKA SEMUA KELUAR.

BABAK DUA

KEESOKAN HARINYA DI KANTOR PETUGAS. IWO, KEMAL DAN ATET DUDUK DI BANGKU PANJANG, DUA PETUGAS, ABDUL DAN NASIR MENDAMPINGI MEREKA. ABDUL DUDUK DI BELAKANG MEJA, SEMENTARA NASIR BERDIRI MONDAR-MANDIR DENGAN PENTUNGAN KARET DI TANGANNYA.

NASIR   Nah, hari ini kalian bertiga akan dibebaskan. Tapi ingat, jangan sekali-sekali kulihat lagi kalian ngamen di tempat itu lagi. Berisik tahu !! Bapak pejabat yang rumahnya dekat situ empet matanya ngeliatin kamu-kamu semua... ngerti, nggak ?!





Bertiga  Ngerti bang, eh, pak ! 

TIBA-TIBA TELEPON BERDERING, ABDUL MENGANGKATNYA. TERDENGAR SUARA KOMANDAN MEMANGGILNYA MENGHADAP KEMEJANYA.

KOMANDAN Dul, harap segera datang keruangan saya !

ABDUL   Siap, komandan. ( pergi ke meja komandan, yang ada di ruangan itu juga, di atas level yang agak ditinggikan )

ABDUL Siap, komandan !

KOMANDAN Duduklah.

ABDUL  Terima kasih, ‘dan ! 



Komandan Begini Dul, aku sedang bingung nih. Hari ini anakku yang nomor dua akan berulang tahun. Dan kami ingin sedikit ada perayaan di rumah, karena dia ingin mengundang beberapa temannya. Selain makan-makan ala kadarnya, aku juga minta seorang pemusik, organ tunggal untuk memeriahkannya. Tapi dasar apes, tadi pagi dia telpon, katanya nggak bisa tampil karena bapaknya meninggal. Nah, aku jadi bingung mencari gantinya ?! Kira-kira kamu punya kenalan yang bisa nyanyi nggak ?!


ABDUL Kenalan ? Rasanya nggak ada komandan.


KOMANDAN Atau, tolong cari tahu deh !

ABDUL   Baik komandan. ( Hendak berbalik, tiba-tiba ingat sesuatu ) Maaf komandan, bagaimana kalau pengamen yang kami tangkap tadi malam saja kita suruh tampil di rumah komandan ?!


KOMANDAN Pengamen ?!

ABDUL Iya, komandan !

KOMANDAN Kamu menangkapnya di mana ?

ABDUL Di depan rumah boss, komandan.

KOMANDAN Oh, begitu. Ehm, boleh juga. Tapi apa  mereka bisa bernyanyi dengan baik ?! Jangan-jangan mereka hanya bisa nyanyi sepotong-sepotong saja, kan di jalan mereka nggak pernah nyanyi utuh ?!

ABDUL Oh ya, ya ?! Tapi bagaimana kalau kita test saja mereka, komandan ?!

KOMANDAN Maksud kamu ?

ABDUL Ya, kita suruh mereka menyanyikan sebuah lagu, yang utuh tentu saja. Nah, kalau komandan anggap layak, kita tampilkan mereka di rumah komandan.


Komandan Wah, bagus juga ide kamu. Tidak sia-sia ku manggil kamu kemari. Dimana mereka ?

ABDUL  Di ruangan sebelah, komandan. Sedang diberi pengarahan oleh Nasir.
Komandan Kalau begitu mari kita temui mereka. ( mereka berdua pergi ke ruang sebelah ).

NASIR      Siap, selamat pagi komandan !

KOMANDAN Pagi, semua baik-baik saja Sir ?

NASIR   Baik, komandan.



KOMANDAN Terima kasih. Begini Sir, tadi aku sudah cerita sama Abdul, aku butuh penyanyi untuk ulang tahun anakku Ria nanti malam. Aku ingin anak-anak ini bisa tampil, tapi sebelumnya aku ingin mendengarkan mereka menyanyikan sebuah lagu dulu.


NASIR  Siap, komandan !  ( terus  mendekati  para pengamen ). Kalian bertiga, kalian betul-betul beruntung, kalian bertiga mendapat kesempatan yang bagus kali ini. Kalian diminta tampil dalam acara ulang tahun anaknya bapak komandan.



ATET Kami diminta tampil, wah kesempatan bagus nih ...

IWO   Ya, betul !

NASIR Tapi, tentu saja kalau kalian lulus test. Sekarang kalian diminta untuk bernyanyi di hadapan komandan. Ayo, nyanyikanlah sebuah lagu, lagu apa saja, yang penting enak didengar dan sopan, jangan lagu protes-protesan, awas kalau macam-macam !!



KEMAL Baik, pak. Ayo kita nyanyikan sebuah lagu kawan.

IWO  Iya, tapi lagu apa ?

KEMAL Lagu Judul-judulan aja ?!

IWO Jangan, itu saru ...

ATET Bagaimana kalau lagu plesetannya kang Harry itu ?

IWO Jangan, itu masuk kategori lagu protes, kan nggak boleh katanya.

KEMAL  Kalau begitu, lagu ( menyebutkan sebuah judul lagu yang akan di tampilkan ) saja !

IWO   Ya, ya, lagu itu aja, tapi kamu hafal nggak ?!

KEMAL  Hafal dong ...

ATET Oke, kalau begitu !! Pak, kami siap pak !



NASIR ( setelah mohon persetujuan komandan ) Baik, mulailah.

MEREKA BERTIGA MULAI MENYANYIKAN SEBUAH LAGU ( YANG JUDULNYA SUDAH DISEBUTKAN DIATAS ) YANG SESUAI DENGAN SITUASI SERTA KONDISI DI TEMPAT PEMENTASAN.

Marun Lima - Payphone


Chrisye - Anak Sekolah

Lagu Anak-Anak - Selamat Ulang Tahun

The Panas Dalam - Jane

Jamrud - Selamat Ulang Tahun

Pas setiap kelompok nyanyi, penonton paling belakang semua berdiri dan ikut bersorak ria seperti di konser-konser (kecuali kelompok 3, soalnya nyanyinya yang paling bagus sih #eh).


Saat kelompok 4 menyanyi lagu Jane



Saat kelompok 5 menyanyi Selamat Ulang Tahun




Saat kelompok 2 menyanyi Anak Sekolah 

SELESAI NYANYIAN, KOMANDAN, ABDUL DAN NASIR BERTEPUK TANGAN. Penontonnya juga ikut tepuk tangan


KOMANDAN Bagus, bagus !!

ABDUL Dahsyat, man !!

NASIR  Asyiikkkk !!!

KOMANDAN Nah, sekarang  bersiap-siaplah kalian. Biar kostumnya nanti diatur oleh Abdul dan Nasir. Ayo kita berangkat ( mereka keluar )

BABAK TIGA

ESOK HARINYA, DI KANTOR DUA PETUGAS, ABDUL DAN NASIR NGOBROL TENTANG PESTA ANAK KOMANDAN MEREKA TADI MALAM.

ABDUL         
Meriah  banget  pestanya  si  Ria  tadi  malam  ya, Sir !!


NASIR     Ya, makanannya enak-enak dan melimpah, teman-temannya si Ria juga cantik-cantik dan seksi-seksi, wah, betah aku jadinya. Dan anak-anak itu juga nyanyinya nggak malu-maluin, kompak dan apik deh.

ABDUL   Ya, walau peralatan mereka sederhana, tapi penampilan mereka tetap memikat. Sampai semua yang hadir terpikat dan terkagum-kagum dibuatnya.



NASIR   Eh, kira-kira komandan datang nggak hari ini ?!


ABDUL Aku jamin, nggak bakalan. Paling-paling dia sedang molor  kecapaian ! ( Tiba-tiba masuk sang  komandan )





KOMANDAN Siapa yang kamu bilang molor, Dul ?!

ABDUL  Eh, itu komandan, ehm .. anak-anak itu ...tentu mereka kecapaian.

KOMANDAN Oh ya, tapi dimana mereka, ya ?!


NASIR  Kurang tahu, komandan.

KOMANDA Dimana kira-kira aku bisa menemukan mereka ?!

ABDUL  Apa mereka sudah nyolong sesuatu dari rumah komandan ?!

NASIR  Betul komandan, apa mereka sudah berlaku kurang senonoh di pesta tadi malam ?!

KOMANDAN Tidak, tidak. Kalian salah sangka. Tadi malam aku tidak melihat mereka pulang. Jadinya belum sempat mengucapkan terima kasih.

ABDUL  Oh, saya kira mereka tak tahu diri dan berbuat kacau.

NASIR  Ya, saya juga mengira mereka telah mempermalukan komandan di depan para undangan komandan.

KOMANDAN Oh, tidak-tidak. Malahan tamu-tamuku banyak yang memuji mereka. Banyak diantaranya yang menanyakan dimana aku menemukan mereka. Dan sekarang aku mau minta tolong pada kalian berdua untuk menemui mereka.

ABDUL Mereka disuruh tampil lagi, komandan ?!

Komandan Tidak, aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasihku pada mereka. Karena mereka telah tampil dengan baik dan dapat menghibur tamu-tamuku. Tolong sampaikan  ini  kepada  mereka. ( Menyerahkan amplop ). Nah, aku pulang dulu, karena ada urusan yang harus kubereskan dulu, berkaitan dengan pesta tadi malam.

ABDUL + NASIR    Baik, komandan !

KOMANDAN Tolong sampaikan kepada mereka sekarang juga !

ABDUL + NASIR  Siap, komandan !! ( Komandan keluar )

ABDUL  Sir, ayo kita berangkat ..

NASIR          Ayo !!! ( mereka berdua keluar ) 







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar